Showing posts with label hijab. Show all posts
Showing posts with label hijab. Show all posts

[Fan Edit] Park Bom & Sandara Park in Hijab

Park Bom and Sandara Park 2NE1 in hijab syar'i. Out of my boredom, no offense! Truthfully I'm a Blackjack ever since they debuted and my bias is Bommie eonnie, so keep calm I do love them. ;) 

Park Bom my favorite eonnie :*


Sandara Park mau diapain juga tetep cantik :3

Ingin Hijrah. Ditolak. Biasa.

Selamat malam. Eh, selamat dini hari. It's sleepless Saturday, waiting for shaum. Udara Jogja belakangan dinginnya gak nyante, kalo kata salah satu temen KKN sih dinginnya kaya Dieng KW3. Duh, ciyan dibilang KW. Cuaca panas dingin ditambah gak pernah olahraga belakangan, menghasilkan demam. Sudah dema dua hari ini. Sudah minum paracetamol yang mengakibatkan telat bangun pagi. Sudah telat bangun pagi, baru sadar sepenuhnya kalo ban belakang motor bocor sehabis semalam dibawa pergi ke Kulon Progo. Pagi-pagi olahraga dorong motor dengan pakaian dan dandanan cantik lengkap dengan laptop di punggung dan demam meriang di badan. What a nice way to start a friday morning! :|

Kemarin hari ke dua masuk studio tugas akhir di kampus, belum ngapa-ngapain sih. Hari pertama rumpik. Hari ke dua juga rumpik. Biasa anak gadis, asal gak ghibah aja, sih. Oh, ya, studio belum efektif dikarenakan mulai hari Sabtu ini sudah masuk libur lebaran, yaa lebaran saya sih tanggal 8 Agustus ini. Kenapa gue gak pulang ke Lampung? Iye, nurutin bokap buat balik kampung di Ngawi. Ah, Ngawi yang panas itu? Harusnya saya dikasih penghargaan entah itu ke telaga Sarangan lagi atau ke Tawagmangu. Ngadem. 

Seminggu yang lalu gue pulang sih ke rumah di Lampung sekitar 3-4 hari di sana. Terus balik lagi demi mendaftarkan nama di studio tugas akhir periode Agustus inih. Oh, my ~ Hari ke dua di Lampung gue sedih sore-sore, pasalnya disuruh nyetir pas hujan deraaasss. Nangis. Lama. Hari ke tiga sore-sore sekeluarga---bertiga jalan-jalan kece. Awalnya sih cuma diskusi biasa, diskusi ringan, soal gue gak mau disuruh copot kaos kaki dan soal kerudung lebar gue. Kaki kan aurat wanita juga, ya? Kain yang dipakai untuk menjilbabi kan memang gak boleh transparan, ya? Berakhir diomongin fanatiklah, ilmu belum seberapalah, nanti lama-lama pake cadarlah. Gue duduk di jok belakang. Nangis. Luber. Lama.

Banyak sih temen-temen yang bertanya, "Karena siapa, mon, pake kerudung lebar?" 
Wah, maaf, bukan karena siapa-siapa. Karena takut dosa. Karena gak tega lho menyeret bokap ikutan ke neraka bareng gegara gue buka-buka aurat, lantas ga ada yang kasih tau. Berdasar An Nur 31 aja sih, yaa..


Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali  yang biasa nampak darinya. Dan hendakkah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka.
(QS. 24 : 31)

Bahasan ke dua. Hal memang cukup bikin rempong dalam menutup aurat secara sempurna, yaa sedang diusahakan sempurna, kaos kaki. Nah, ini yang bikin boka keluar kata-kata lumayan nyelekit. Bokap meyakini aurat wanita cuma sampe batas mata kaki, gak sampe kuku-kuku kaki segala. Wah, maaf deh, saya taunya kaki juga aurat. Gue nyebutin haditsnya, yah disanggah bokap, "Ah, kalo hadits jangan kamu artikan mentah-mentah begitu, ilmu kamu kan belum cukup. Wanita-wanita yang memakai cadar juga ya berdasar hadits. 

Yaah, iya sih baju atasan masih belum panjang betul, masih jarang pake manset tangan kalau lengannya sudah panjang betul, masih bersolek berlebih alias tabarruj. Huhuks.

Hadits riwayat Aisyah ra, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. 
(HR Abu Daud dan Baihaqi) 

Nah, loh. Jelas sekali kan, ya, yang boleh terlihat di depan mahramnya itu hanya muka dan telapak tangan. Mau ngedebat haditsnya? Monggo ngedebat Rasulullah SAW :)


Apa yang harus diperbuat wanita dengan bawah baju mereka? Nabi bersabda: Hendaklah ia turunkan satu jengkal (dari mata kaki) Ummul Mu’minin berkata: “ kalau begitu akan tersingkap kaki kami, wahai Rasulullah” Nabi bersabda: “ turunkan satu lengan dan jangan dilebihkan.
(HR. Bukhari dan Muslim)


Nah, nah, lagi. Jelas kan, satu jengkal di bawah mata kaki? What's more can I say??
Aduh, jadi emosi lagi, haha. Kalau begitu tau ilmu gue kurang, iye gue juga ngerti kok. Ya, cari guru gak boyeh, tapi mau belajar juga malah dibeginiin, gak dikasih tau yang bener. Kudu piye tuipss?

Yah, hal semacam ini wajar juga sih, ya. Sama halnya dengan waktu dibilang, "Mon, kamu gak cocok pake baju begitu, kamu cablak". Bahkan ada yang menyangka gue mau deketin cowok salih. Masya Allah, haha. Yowis, karep dah. Alasan yang sebenarnya sudah gue sebutin di atas. :D 

Walau menutup auratnya belum sama sekali sempurna, mau pamer dulu ah, pakai baju terusan semacam dress *lagi ngidam gamis*


Yah, sepenuhnya bisa baca di buku keempatnya Ustadz Felix Siauw "Yuk Berhijab!" Duh, itu buku kece banget dengan ilustrator visual @Benefiko. Atau bisa ikutin kicauan bermanfaat dari @pedulijilbab banyak juga dakwah kreatif visualnya. Duh, saya gak promosi, sekedar referensi yang menyenangkan aja, memenuhi timeline dengan informasi berguna :D

Sebenernya sore itu niat hati mau nyari bahan buat kebaya bareng nyokap laju sekalian diukur badannya. Iih, dapet bahan kebaya unyuh lho, warnanya hijau tosca dengan payet pink, terus kain bawahannya pakai kain tenun Tapis Lampung full. Waaah ~ Love you Mom and Dad. Semoga saya diistiqomahkan dan orang tua saya juga diberi keluasan ilmu lagi. Aamiin...

Hijab Syar'i Doesn't Trouble Shalihat



Katakanlah pada wanita wanita yang beriman; ‘’hendaknya mereka menahan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan nya kecuali apa yang biasa tampak dari padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka.” (QS. An Nuur: 31)

Dan tidaklah patut bagi laki laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi wanita yang mu’minah apabila Allah dan rasul Nya telah menetapkan suatu ketetapan ,tidak akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka .dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan rasul Nya maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al Ahzaab: 36)

Sempat suatu ketika saya meng-kepo sebuah fanpage di facebook, semacam forum dakwah melalui grafis kreatif, sampai pada suatu pembahasan mengenai khimar. Wanita yang berhijab dengan khimar namun tetap 'memelihara' punuk unta di kepalanya dijamin oleh QS Al Ahzaab: 36 tidak akan mencium bau syurga sekalipun. Ehm, seram. Iya, seram. 

Grafis yang dimunculkan bagus tapi memang saya kepo sekali dan mulai scrolling ke komen-komen pembaca. Sayang sekali pada desain grafis kali itu yang paling banyak komen justru dari kaum lelaki. Kalau komen sekedar, "Yang penting hatinya dulu yang dijilbabi," "Yang penting kan sudah menutup (membalut: red) aurat daripada yang buka-bukaan!" Yes, indeed, just another common comment. Ya, walaupun saya sendiri kurang setuju, karena belum pernah baca perintah 'menjilbabi hati', yang ada hanya 'menutup aurat' dan meng-istiqomahkan diri. 

Apa yang saya baca sangat mengejutkan saya yang memang mudah kaget ini, ada satu komen kira-kira begini, "Pakai jilbab saja kok diatur-atur, saya menyukai page ini karena ingin tau dan belajar bukan mengikuti aliran semacam ini. Masih banyak di luar sana yang tidak berjilbab, dst. dst." yang berakhir dengan perdebatan kurang penting di balasan komennya. Saya hanya kaget, yang wanita saja tidak sebegitunya offensif. Oh, ya, kutipan yang tadi saya edit sedikit agak banyak karena dirasa kurang pantas ditulis ulang :)

Kok lu ngurusin banget sih, mon?? Itu kan hobi :| 

Bukan berarti saya belum pernah mencoba segala yang saya tulis di grafis di atas. Hijab-hijab ribet dengan bahan mulai dari paris, pashmina, chiffon berpola polos, bunga-bunga, kotak-kotak pernah saya gunakan. Mereka pernah membungkus aurat di kepala saya selama kurang lebih setengah tahun lamanya. Dililit, diputar, diambil sebelah kanan, disematkan, dipentulin pernah saya lakukan, berniat mau bikin tutorial segala. Kurang selo apa saya. Hanya punuk unta yang belum pernah saya coba. Nyatanya apa sekarang? Saya menyesal tuh pernah mengalami fase itu. Fase di mana terkena virus kerudung gaul yang ngakunya sih syar'i. Kerudung ribet lilit bungkus sana sini, kaus ketat, blazer pendek, dan celana jeans. Itu penampilan common sekarang ini, bisa lihat di mana-mana.

Ya, sudah semoga yang lainnya cepat meninggalkannya dan semoga setelah ekspansi hijab gaul ini lenyap, yang memakai kerudung juga tidak ikutan lenyap :3

Poster di atas sudah lama tidak sketsa ternyata parah sekali sketsa sekarang :(