Onew (SHINee) - In Your Eyes (For You in Full Blossom)


English Translation


I have been told once but
I felt the heart beating on that day
I know from the start
I was not sure what, we sounded like it is destiny
Love me and
Time will lead you
Forever without breaking up
I thought I was dreaming, like a real dream
Remember that day when we first met
Dazzling and radiant eyes and gave me such a day
Thank you for what you gave me
I know from the start
I was not sure what, we sounded like it’s destiny
Love me and
Time will lead you
Forever without breaking up
I thought I was dreaming, like a real dream.
Looking at me smiling to you
It was a good day
Why there are tears
In my eyes
Forever we will not break up
Always dream to hope that will not change the next day
Love stays
Our time to be together
Do not change, forever
Like a dream to me like a dream.
Remember that day when we first met
Strikingly radiant you for coming on such a day
I really thank you

Romanized


Dan hanbeondo malhan jeok eobtjiman
Sasil mallya nan geunare i simjangi ttwineungeol neukkyeosseo
Cheoeumbuteo nan al su isseosseo
Hwaksinhal sun eobseotjiman imi urin jeonghaejin unmyeong gatasseo
Sarangeun naegero wa
Neoreul ikkeuneun siganeuro
Yeongwonhi kkaeji annneun
Kkumman gatasseo jeongmal kkumman gataseo
Cheoeum mannan geunareul gieokhae
Nuni busige bitnadeon geureon nare naege wajwotdeon
Gomawo niga naege wajwoseo
Cheoeumbuteo nan al su isseosseo
Hwaksinhal sun eobseotjiman imi urin jeonghaejin unmyeong gatasseo
Sarangeun naegero wa
Neoreul ikkeuneun siganeuro
Yeongwonhi kkaeji annneun
Kkumman gatasseo jeongmal kkumman gataseo
Nal bomyeo utneun neo
Ireoke joheun nal
Wae nunmuri nalkka
Nae nuneneun
Yeongwonhi kkaeji anheul
Kkum igil barae neul byeonchi ankireul
Sarangi meomuneun got
Uri hamkke hal siganeuro
Yeongwonhi byeonchi anheul
Kkumman gatasseo naegen kkumman gataseo
Cheoeum mannan geunareul gieokhae
Nuni busige bitnadeon geureon nare niga wajwoseo
Gomawo jeongmal

Tae Yeon – Closer



TRANSLATION


There are so many things I couldn't say

You have never heard them before but
I’m not someone
who just loves anyone I see

Because among the many people in this world

I could only see you

I am standing here as I only see you

After this love, I don’t really know what will happen
Just like child who is always this way,
Will you warmly hold me right now?

Though someday your name might become strange

My heart will remember all the memories
Even if a painful separation comes between us
Let’s not think about that today

Because among the many people in this world

I could only see you

I am standing here as I only see you

After this love, I don’t really know what will happen
Just like child who is always this way,
Will you warmly hold me closer?

Now I’m not alone

Only you
who has come to me from that place-

Only you are my everything

After this love, I don’t really know what will happen
Just like child who is always this way,
Will you warmly hold me closer?

Closer
Warmer

Will you hold me?

ROMANIZATION

haji motan mari neomu manhayo

hanbeondo dangsineun deudji motaet jiman
nae ape boyeojin nugungal amuna saranghal
geureon sarameun anieyo

sesangui geu manheun saramdeul soge

naegen ojig geudaega boyeo jyeotgie

geudaeman bomyeo seo itneun georyo

i sarang huen nan jal moreugesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureoha deusi
jigeum i sungan ttaseuhi ana jullaeyo

eonjengan natseon ireumi doe eodo

nae gaseumi geu chueogi da gieoghal tenikka
hogsirado apeun ibyeori ondaedo oneureun
geureon saenggageun haji mayo

i sesang geu manheun saramdeul soge

naegen ojig geudaega boyeo jyeotgie

geudaeman bomyeo seo itneun georyo

i sarang huen nan jal moreugesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureoha deusi
jigeum i sungan ttaseuhi ana jullaeyo

ije nan honjaga anin geojyo

geu jarieseo oneul naege
on geudae mani

geudaeman naui jeonbu ingeoryo

i sarang huen nan jal moreu gesseoyo
aju eorin aiga hangsang geureoha deusi
deo gakkai deo ttaseuhi ana jullaeyo

deo gakkai

deo ttaseuhi
ana jullaeyo


Air Terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang

Di hari Sabtu selo, ada empat bocah kost berisik yang berencana menyantroni salah satu lokasi air terjun dan gua yang terdapat di gunung kidul. Gue, Sindy, Vina, dan Wida yang sudah merencanakan sejak beberapa hari sebelumnya. Kebetulan gue sedang kedatangan tamu istimewa, yaitu Kiki, sahabat gue sejak SMP, wanita tangguh yang mampir ke Jogja untuk mengistirahatkan jiwa dan fisik terutama, karena Kiki baru saja memanjat Gunung Tertinggi di wilayah Indonesia tengah, yap, gunung Rinjani. 

Kiki sahabat gue yang sejak SMP ini memang sudah 'berlabel' anak karate ini juga anak pecinta alam di kampusnya fakultas Teknik Universitas Lampung. Awalnya Kiki akan melakukan marathon pendakian yang dimulai dari mendaki gunung Rinjani - Semeru - Sindoro - Sumbing berdua dengan temannya satu kampus teknik. Namun, apa daya fisik tidak bisa berbohong, kaki kiki yang tangguh itu runtuh juga, kakinya bengkak, yaaa gue juga sempet ngalamin, tapi karena itu gunung naik-turunnya seminggu, kakinya bengkak parah sampe gak tega rasanya. Akhirnya dia nginep di kost gue selama seminggu hitung-hitung melepas kangen, sedangkan temannya yang satu lagi melanjutkan pendakian ke gunung Sindoro-Sumbing. 

Akhirnya, Kiki gue ajak dan jadilah 5 bocah berisik jalan langsung menuju tempat di mana Air Terjun Sri Gethuk dan Goa Rancang Kencana berada, di Playen, Gunung Kidul. Seperti biasa, perjalanan kita cukup clumsy karena di antara kita tidak ada yang mengerti jalan, hanya mengandalkan GPS smartphone. 

Untuk objek pertama seharusnya kami mengunjungi Goa Rancang Kencana terlebih dahulu, tapi dasar memang kami anak-anak gadis (maaf, cantik) yang nekat, kami suka sok tau (ini juga penyakit) sesampainya di playen dan mendapati post, sebenernya sih lebih berbentuk seperti post ronda ketimbang loket tiket wisata, kami bayar dan langsung jalan masuk dan melewatkan urutan pertama yang seharusnya goa Rancang dan langsung menuju si air terjun. 



Sampai di sana kami parkir motor setelah melewati jalan berdebu, lebih tepatnya sih berpasir putih yang di mana motor saya jadi makin serba putih, terimakasih tongfang. Oke, maaf, itu salah fokus. Seharusnya sih kita bisa menuju air terjunnya langsung melewati ladang, sawah, dan hutan yang sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi memang 5 anak gadis ini polos-polos dan langsung bayar tiket getek, aduh apa ya gue sebutnya? Semacam perahu yang dirakit menggunakan drum-drum di bagian bawahnya dan pakai mesin perahu gitu seharga 10.000.  Oke, ini pengalaman pertama di mana saya beberapa minggu kemudian mendatangi tempat itu dan memilih jalur darat untuk menuju air terjunnya secara gratis. Tapi memang feel yang didapat dari dua jalur itu berbeda.





Foto-foto yang bisa diambil dari atas getek saat berjalan.


Antri ayo antri masuk ke kapalnya, semoga gak kelebihan muatan. Sampai di air terjunnya sih sebenarnya sedikit iri dengan yang berenang di sana, pasalnya gue dan anak-anak gak bawa baju ganti, yaa walaupun setelah ke sana ke dua kalinya gue juga ga bawa baju ganti sih, maklum berenangnya publik :D  




Ini air terjunnya (ya, saya tau :| )


Setelah puas fotoan, ngemil di pinggir kali, eh sungai, kami balik lagi menggunakan getek tadi (apapun namanya itu) karena tadi sudah untuk bayar pulang-pergi. Tadinya mau iseng tanya, pak supir getek, minta diantar ke jogja sekalian dong, tapi gue urungkan niat, takut diangkat anak. 

Pulangnya barulah kita mampir ke goa Rancang dan hal pertama yang dikomentari bapak-bapak penyewa senter adalah "Wah, mbak-mbakya kebalik harusnya ke sini dulu baru ke air terjun, mbak". Oke, kita anak-anak gadis sok tau main jalan terus. 








Stalaktit, seharusnya kata mas-mas pemandunya itu berkilau


mas pemandu, ikut nampang saja, eh dia orang ugm lho tapi lupa darimana :D


*maaf foto-foto dengan celana jeans nya* *bows*