A new installation by Ai Weiwei features a giant map of China from baby formula in Hong Kong




"One is the recent ban on mainland residents buying milk powder and bringing it back to China, and then there is the issue of why Chinese mainlanders go to Hong Kong to buy milk powder." said Ai Weiwei in May 2013.

Wisata Absurd Pantai/Tebing Bekah

Pantai di Jogja itu bagus-bagus dan banyak sekali. Letaknya kebanyakkan di Gunung Kidul. Perjalanan bisa sekitar 2-3 jam dari Kota Jogja. Tidak begitu jauh, yaaa, setidaknya buat saya itu tidak terlalu jauh demi pantai-pantai yang indah itu. Biar gaul sedikitlah gak cuma taunya pantai Parangtritis atau Depok saja. Apalagi kalo perginya sama patjar (oke, saya benci sekali dengan ejaan pacar yang diganti jadi patjar ini). Tapi saya belum pernah sama patjar, eh, pacar. Alhamdulillah.

Sebenarnya baru saja dua hari yang lalu kita touch down Jogja paska trekking panjang di Dieng di bukit Sikunir dan gunung Prau. Tapi hari rabu ini Adank secara random ngajakkin saya ke pantai Bekah. Saya sebut pantai juga bukan, mungkin lebih tepatnya tebing Bekah. Sebenarnya Adank punya rencana bersama mbak Risna, temannya, namun apa daya mbak Risna sibuk. Sibuk? Ya, saya dan Adank adalah bocah-bocah angkatan tua yang selo. 

Pantai Bekah terletak di dusun Temon, desa Giripurwo, Panggang, Gunung Kidul. Kami jalan sejak jam 8 pagi dari Jogja. Seharusnya sih bermodal gugel mep di bebe saya, sebelum sinyal telkom*** berulah. Kami lewat jalan Parangtritis yang lalu belok masuk ke jalan Imogiri. Karena sinyal si bebe berulah, kami mampir warnet yang ada di Imogiri, ngecek gugel mep, print dan masukkin ke bebe nya Adank. Kami mengikuti jalan saja dengan patokan sekolah-sekolah yang ada di sana. Lupa apa saja namanya, saking banyaknya sekolah di sana, saya juga kaget. Oke, saya gak berani bilang arah karena mapping saya jelek sekali, saya cuma ingat ada patokan sekolah terakhir yaitu SD Karangnongko di Panggang. Di sepanjang perjalanan yang sudah termasuk dataran lumayan tinggi itu, view nya bagus. Kami juga melewati semacam benteng yang ada di kanan jalan. Di sekitar situ saya melakukan kesalahan fatal lainnya, saya melihat arah menggunakan bebe nya Adank, namun apa yang terjadi? Saat motor melaju kencang, bebe nya Adank luput dari tangan saya dan jatuh di atas aspal dan berantakkan dan saya panik. Maaf Adaaank...

Sesampainya di belokkan yang sedikit mblusuk, jalan mulai berbatu. I mean, BATU. Jalanan yang berbatu itu panjang, bisa sekitar 7 km. Kami menggunakan motor matic dan Adank gak berhenti bergumam soal jalanan itu. Ya, Adank bawel memang. Sebenarnya motor bisa masuk sampe ke areal tebingnya itu karena memang tebing itu untuk memancing, bahkan diceritakan sama bapak-bapak di sana, suka ada anak-anak pecinta alam yang camping di sana dan semacam srt atau climbing gitu. Namun, kali ini memang absurd sekali. Jalanan sedang dibikin konblok gitu, jadi gak ada kendaraan yang bisa lewat, bahkan motor sekalipun. Oke. Jadi ini jalan? Berapa kilo? 3 kilo? Batu-batu penyesalan itu? Naik turun bukit? Bukan masalah di jalan naik turun sekian kilometer itu sih, masalahnya, saya memakai crocs dan rok cantik. 

Sepanjang jalan kami beberapa kali bertegur sapa serta ngobrol dengan bapak-ibu yang pergi berladang. Kami juga bertemu dengan anjing-anjing yang sebenarnya lucu, mukanya kayak rubah firefox. Enggak, kita gak ngobrol dengan anjing-anjing itu, kita hanya lewat. 

Di sana benar-benar salah prediksi kami, di sana tidak ada penjual makanan sama sekali, tidak ada air bersih, dan tidak ada musholla. Apalagi bukan musim memancing. Tebing-tebing cantik itu hanya memiliki wisatawan kami berdua hari itu. Kami hanya kalar kilir sambil berfoto cantik dan ngemil. 

Tebing di sebelah kiri spot kami berhenti di pendopo tempat memancing.

Tebing yang di sebelah kanan, nah, itu dataran yang di bawah tempat camp yang tadi anak pecinta alam.

Ini garis lautnya, luaaas, panjaang, dan tenang. Itu Adank.

Ini Adank sama bapak-bapaknya di karang-karang unyu.


Saya sempat dimarahin karena foto-foto terlalu pinggir :|

Kami sampai di kendaraan lagi sewaktu pulang sudah sore sekali, jam 5 sore, dan kamu mengejar sholat ashar di masjid. Yaampun. Perjalanan kami hari itu tidak sampai di situ saja, kami pulang ke Jogja dan makan malam sehabis isya' di warung kremes Pak Topo. Sudah pernahkah ke sana? Kremes dan sambal koreknya enak lhoo. Berakhir random dengan menonton Cinta Brontosaurus di Studio. Semua ini salah Pak Topo kata Adank :|

Anyway, terimakasih Adank aku sudah diajak :)

Norman Parkinson's best shot


Picture credit: Norman Parkinson for Condé Nast

Calder After the War at Pace London


Calder After the War, presented at Pace London, 6 Burlington Gardens, features more than twenty-five mobiles, stabiles, and standing mobiles installed on the gallery’s ground floor.

The exhibition extends to the gallery’s newly renovated first floor, where over twenty of Calder’s rarely-seen paintings and gouaches from that same period are on view until 7 June.

Beautiful!


Isabella Blow: Fashion Galore! at Somerset House



Next November, Somerset house in London will present an exhibition devoted to Isabella Blow, patron of fashion who is famous for discovering Alexander McQueen, Stella Tennant and for her collaborations with Steven Meisel and David LaChapelle among many other creative brains.

Born into the rarefied world of British aristocracy, Isabella’s thirty year career began in the early 80s as Anna Wintour’s assistant at US Vogue. The exhibition will showcase over a hundred pieces from her incredibly rich collection, one of the most important private collections of late 20th Century/early 21st Century British fashion design, now owned by Daphne Guinness. This includes garments from the many designer talents she discovered and launched, such as Alexander McQueen, Philip Treacy, Hussein Chalayan and Julien Macdonald amongst others.

The Next Day video

New chronological display for the Tate Britain



Gallery staff strike a pose for a picture as they hang a painting by David Hockney entitled "Mr and Mrs Clark and Percy" during a press preview at the Tate Britain in London on May 13, 2013. 

In May, a new chronological presentation of the world’s greatest collection of British art opens, and in November, the building project by Caruso St John Architects will be completed. 

This is big news !

Dandelions Fields


go swaying dandelions, it's almost summer ~~